Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Cak Tompel dan Sate Laler Pasar Turi
Di tengah riuhnya Pasar Turi Surabaya, ada seorang penjual jajanan unik bernama Cak Tompel. Ia bukan penjual sate ayam, bukan pula sate kambing, tapi penjual “sate laler”—nama yang bikin orang mikir dua kali sebelum beli. Padahal, itu cuma julukan untuk sate tahu kecil-kecil yang dibakar pakai arang bekas bakaran rokok kretek.
Suatu pagi, Cak Tompel teriak lantang di tengah pasar, “Sate laler! Sate anti gagal! Cocok buat mantan yang suka ngilang!”
Bu Ning, pedagang baju batik, nyeletuk, “Cak, laler kok disate? Emang nggak terbang dulu?”
Cak Tompel nyengir, “Tenang, Bu. Ini laler pensiun. Sudah tobat, jadi tahu.”
Orang-orang pasar pun tertawa. Tapi yang bikin heboh, Cak Tompel punya jurus marketing khas Surabaya: kalau ada pembeli yang nawar terlalu sadis, dia langsung ngeluarin pantun.
Suatu hari, datang turis dari luar kota, penasaran dengan “sate laler.” Begitu lihat bentuknya, dia bingung.
“Ini tahu kecil ya, Mas?”
Cak Tompel jawab, “Iya, tahu kecil. Tapi rasanya besar. Kalau njenengan makan, bisa lupa utang!”
Turis itu tertawa, beli lima tusuk, dan akhirnya ketagihan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
Urgensi RUU tentang Pembentukan Undang-Undang
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tanya Jawab Seputar Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sosialisasi dan Pengumuman Uji Kompetensi Perancang Peraturan Perundang-Undangan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Penggunaan metode omnibus dalam pembentukan peraturan perundang-undangan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar