Ada Band - Seharusnya
Lagu “Seharusnya” dari ADA Band merupakan salah satu karya awal yang memperkenalkan warna melankolis dan reflektif dalam musik pop Indonesia pada akhir 1990-an. Dirilis sebagai bagian dari album perdana mereka, lagu ini menyuarakan tema universal tentang penyesalan, kehilangan, dan kerinduan yang mendalam terhadap cinta yang telah pergi. Dengan aransemen sederhana namun menyentuh, lagu ini menjadi cerminan dari perasaan yang sering kali sulit diungkapkan secara langsung.
Lirik lagu ini menggambarkan seseorang yang pernah menjalin hubungan dengan seseorang yang sangat berarti, namun kemudian kehilangan cinta tersebut karena kesalahan atau keputusan yang tidak dijelaskan secara rinci. Dalam bait-baitnya, terdapat pengakuan bahwa janji yang pernah diucapkan telah sirna tanpa alasan yang jelas. Hal ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan atau ketidakmampuan dalam mempertahankan komitmen, yang berujung pada perpisahan dan rasa bersalah yang mendalam.
Tokoh dalam lagu ini menyadari bahwa hatinya seharusnya hanya untuk sang kekasih. Ia mengungkapkan bahwa tidak ada yang lebih berarti daripada orang yang telah ia tinggalkan. Penyesalan ini menjadi semakin kuat ketika ia menyadari bahwa kenangan tentang sang kekasih terus hadir dalam mimpi dan bayangan, seolah-olah cinta itu masih hidup dalam alam bawah sadarnya. Mimpi menjadi ruang di mana harapan dan kerinduan yang tak tersampaikan menemukan tempat untuk bernafas, meski hanya sementara.
Makna dari lagu ini tidak hanya terletak pada ungkapan rasa bersalah dan kerinduan, tetapi juga pada kesadaran akan nilai dari seseorang yang telah pergi. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk merenungi bagaimana keputusan yang diambil tanpa pertimbangan matang dapat berujung pada kehilangan yang menyakitkan. Ia juga menyuarakan bahwa cinta sejati tidak mudah tergantikan, dan bahwa kenangan akan tetap hidup meski hubungan telah berakhir.
Secara musikal, “Seharusnya” dibawakan dengan nuansa yang lembut dan penuh emosi. Vokal yang ekspresif dan aransemen yang tidak berlebihan membuat pesan lagu ini terasa lebih intim dan menyentuh. ADA Band, melalui lagu ini, berhasil menyampaikan perasaan yang kompleks dengan cara yang sederhana namun kuat. Lagu ini menjadi salah satu contoh bagaimana musik dapat menjadi medium untuk menyuarakan emosi terdalam manusia, terutama ketika kata-kata biasa tidak cukup untuk mengungkapkan rasa kehilangan dan penyesalan.
Dalam konteks yang lebih luas, “Seharusnya” juga dapat dimaknai sebagai refleksi atas perjalanan hidup dan cinta. Ia mengingatkan bahwa dalam setiap hubungan, kejujuran dan komitmen adalah fondasi yang penting. Ketika fondasi tersebut goyah, maka yang tersisa hanyalah kenangan dan harapan yang tak pernah terwujud. Lagu ini menjadi pengingat bahwa cinta bukan hanya tentang kebersamaan, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk menjaga dan menghargai kehadiran orang lain dalam hidup kita.
Melalui “Seharusnya”, ADA Band tidak hanya menciptakan lagu yang indah secara musikal, tetapi juga menghadirkan ruang bagi pendengarnya untuk merenung dan berdamai dengan masa lalu. Lagu ini tetap relevan hingga kini karena menyuarakan emosi yang tak lekang oleh waktu, dan menjadi teman bagi siapa pun yang pernah merasakan kehilangan dalam cinta.




Komentar
Posting Komentar