Di sebuah lorong sempit di daerah Mariso, Makassar, hiduplah seorang lelaki paruh baya bernama Daeng Laba. Ia terkenal bukan karena kaya atau tampan, melainkan karena ayam peliharaannya yang katanya bisa “selfie.” Namanya Si Tallo, ayam jantan yang suka berdiri di depan kaca dan berkokok sambil memiring-miringkan kepala.
Suatu pagi, Daeng Laba hendak membawa Si Tallo ke lomba ayam hias di Lapangan Karebosi. Ia mengenakan sarung lipa sabbe, kaus bola PSM yang sudah luntur, dan sandal jepit yang salah satu warnanya sudah tidak jelas. Si Tallo dibawa dalam keranjang, tetapi sepanjang jalan, ayam itu terus berkokok sambil menatap bayangan dirinya di kaca mobil yang lewat.
“Eh, Tallo! Kau ini ayam atau selebgram?” kata Daeng Laba sambil tertawa.
Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Cella, anak muda yang suka membuat konten TikTok.
“Daeng, ayamta itu lucu sekali. Bisa saya videokan?” tanya Cella.
“Bisa, tetapi jangan lupa tandai dia. Namanya @TalloTheChicken,” jawab Daeng Laba dengan bangga.
Begitu sampai di tempat lomba, ayam-ayam lain tampil dengan bulu warna-warni dan gaya gagah. Namun, Si Tallo malah sibuk mencari cermin. Ia berdiri di depan kaca helm milik juri, lalu berkokok panjang.
Juri bingung, “Ini ayam atau model?”
Daeng Laba menjawab, “Ini ayam Makassar, Daeng. Kalau tidak tampil gaya, bukan ayam saya.”
Akhirnya, Si Tallo memenangi kategori “Ayam Paling Narsis.” Hadiahnya satu karung jagung dan sebuah cermin kecil.
Comments
Post a Comment